Seorang warga bernama Ujang Babas, yang akrab disapa Uje (30 tahun), asal Kampung Pakopen RT 04/01, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) pada Sabtu (29/03/2025) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.
Menurut Ujang Babas (30 tahun), korban dalam kejadian ini, ia menceritakan bahwa pada pagi dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, tiba-tiba empat orang datang ke rumahnya, salah satunya adalah temannya sendiri. Mereka lalu mengajaknya keluar dan memaksa memasukkannya ke dalam mobil Daihatsu Xenia.
"Awalnya saya sendiri tidak tahu apa permasalahan sebelumnya, Tiba-tiba saja mereka datang ke rumah dan memaksa saya untuk masuk ke dalam mobil Daihatsu Zenia, lalu di bawa pergi," ujarnya
Sesampainya di lokasi, Ketua RW yang juga merupakan kakak korban segera mendekati mobil yang sedang berhenti dan meminta bantuan warga sekitar untuk mengamankan situasi. Melihat adanya keributan, para pelaku pun mulai panik dan berusaha melarikan diri, namun berkat kehadiran Ketua RW yang sigap, mereka berhasil ditangkap dan diserahkan kepada pihak berwajib. Kondisi korban yang sempat mengalami luka-luka akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh para pelaku langsung mendapat pertolongan medis, dan kejadian tersebut pun menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut.
"Mobil selanjutnya di suruh balik kembali oleh Pak RW bersama dengan warga dan akhirnya pihak keluarga menghubungi pihak Kepolisian Sektor Caringin," ungkapnya.
Menurut Uje, sebenarnya tidak pernah ada masalah dengan ke tiga orang terduga pelaku tersebut, karena yang satu orang lagi itu merupakan temannya sendiri. Diduga mereka melakukan hal ini mungkin ada yang menyuruh.
"Karena tiga bulan yang lalu saya sempat menjadi mediator gadaian sebuah mobil Sigra, nah sampai saat ini saya tidak tahu keberadaan gadaian mobil tersebut," pungkasnya.
Sementara itu istri korban Dede Ima menuturkan, bahwa pihak keluarga awalnya kaget atas kejadian ini, memang awalnya suami saya baru saja pulang kerja dan sedang melaksanakan makan saur sambil teleponan bersama temanya yang katanya akan menggadaikan mobil.
"Lalu temanya itu minta di kiriminin share lock alamat rumah, tidak lama kemudian mereka datang dan mengetuk pintu, malah temannya tersebut sempat ditawarin untuk makan saur dulu," ujarnya.
Setelah itu, ketika ia mau mengambil piring tiba- tiba suami dan temannya tersebut sudah tidak ada dirumah. Kemudian salah seorang tetangga memberi tahu bahwa suaminya ada yang bawa dengan menggunakan sebuah mobil.
"Mendengar informasi tersebut, semua keluarga panik, malah sampai mertua pingsan segala mendengar ada yang membawa anaknya, lalu dengan sigap Kakaknya mengejar mobil tersebut dengan menggunakan kendaran motor dan Alhamdulillah suami saya bisa kembali lagi kerumah," bebernya.
Sedangkan Kakak Korban yang juga sekaligus Ketua RW 01 Uci mengatakan, bahwa ia mendengar informasi dari keluarga masalah adiknya yang telah di bawa kabur oleh OTK dengan menggunakan sebuah kendaran mobil Daihatsu Zenia tanpa plat nomor, lalu ia bergegas mengejar mobil tersebut bersama dengan warga dengan menggunakan dua kendaran sepeda motor.
"Alhamdulillah, mobil bisa ke kejar dan langsung saya berhentikan, malah sempat salah seorang terduga tersangka mengatakan bahwa ia mengaku merupakan salah satu anggota dari Kepolisian, akan tetapi kemudian mereka tetap saya perintahkan untuk balik arah menuju rumah kembali," singkatnya.
Selanjutnya, pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian dan untuk selanjutnya kasus ini sudah di tangani oleh Polsek Caringin untuk dilimpahkan ke Polres Bogor guna penyelidikan lebih lanjut.
Redaksi : Indra